Rabu, 11 Januari 2017

manajemen kualitas total (TQM)

Manajemen Kualitas Total (Total Quality Management)
Adalah upaya menanamkan kualitas ke dalam setiap aktivitas di perusahaan dengan cara melakukan perbaikan terus-menerus.Mengelola kualitas adalah hal yang harus diperhatikan oleh semua organisasi.
TQM makin digemari oleh manager-manager di AS pada tahun 1980-an karena gaya manajemen ini telah diterapkan secara sukses oleh perusahaan-perusahaan jepang, seperti Toyota,Canon,dan Honda,yang mendapatkan saham pasar dan reputasi internasional atas kualitasnya yang tinggi.Sistem perusahaan Jepang didasarkan pada hasil kerja para peneliti dan konsultan AS.Deming,Juran,dan Feigenbaum,yang ide-idenya baru memikat eksekutif AS setelah ide-ide tersebut dicoba diluar negeri.
Filosofi TQM berfokus pada kerja tim,peningkatan kepuasan pelanggan ,dan penurunan biaya.Organisasi organisasi menerapkan TQM dengan cara mendorong manajer dan pegawai untuk melakukan kolaborasi antar-fungsi dan departemen ,serta kolaborasi dengan pelanggan dan pemasok, untuk mengidentifikasi area yang akan diperbaiki ,tidak peduli seberapa kecilnya perbaikan tersebut.Setiap perbaikan kualitas adalah satu langkah yang diambil menuju kesempurnaan dan pemenuhan tujuan tanpa cacat.Kendali mutu menjadi bagian dari kegiatan bisnis sehari-hari yang dilakukan setiap pegawai,dan bukannya dilakukan oleh departemen=departemen tertentu saja.
Teknik-teknik TQM
Penerapan manajemen kualitas total terdiri atas penggunaan beragam teknik,diantaranya adalah siklus kualitas,tolok ukur,prinsip six sigma,siklus waktu yang berkurang,dan perbaikan terus-menerus.
Siklus Kualitas
Adalah sebuah kelompok yang terdiri dari 6 hingga 12 pegawai sukarela yang bertemu secara rutin untuk membahas dan menyelesaikan masalah yang mempengaruhi kualitas kerja mereka.Di waktu kerja yang ditentuakan,para anggota siklus kualitas bertemu,kemuadian mengidentifikasi permasalahan,dan mencoba mencari solusi.Para anggota siklus anggota ini bebas mengumpulkan data dan melakukan survei.Banyak perusahaan melatih orang-orangnya untuk membentuk sebuah tim,menyelesaikan suatu masalah ,dan mengontrol kualitas statistik.Alasan digunakannya siklus kualitas adalah untuk menekankan pengambilan keputusan pada level organisasi dimana rekomendasi dapat diberikan oleh orang-orang yang melakukan pekerjaan yang bersangkutan dan mengetahui lebih banyak tentang pekerjaan tersebut daripada orang lainnya.
Tolok Ukur
Tolok ukur diperkenalkan oleh Xerox pada tahun 1979, dan sekarang menjadi unsur utama dalam TQM.Didefinisikan sebagai ‘’proses berkelanjutan dari pengukuran produk, pelayanan dan praktik dibandingkan dengan pesaing terkuat atau perusahaan-perusahaan yang dianggap sebagai perusahaan terunggul di industrinya guna mengidentifikasi areab-area yang harus diperbaiki.Kunci suksesnya tolok ukur ada pada analisis.Setelah menentukan misinya terlebih dahulu, perusahaan harus dengan jujur menganalisis prosedur yang dipakainya saat itu dan menentukan area-area yang harus diperbaiki.Langkah kedua perusahaan tersebut secara teliti menyeleksi pesaing-pesaing yang layak ditiru.
Contoh perusahaan
Perusahaan yang menerapkan tolok ukur yaitu  Xerox mempelajari teknik pemenuhan permintaan milik L.L. Bean,Freeport,Maine, perusahaan yang menerima permintaan lewat surat ,dan kemudian Xerox mempelajari cara untuk mengurangi biaya penyimpanan sebesar 10 persen.Perusahaan dapat berusaha menyamai atau melebihi proses dan prosedur internal yang dilakukan oleh pesaing, tetapi perusahaan tersebut harus berhati-hati dalam memilih pesaing yang memiliki metode yang sesuai dan dapat diterapkan di perusahaannya.Setelah program yang kuat dan cocok ditemukan dan dianalisis ,perusahaan yang melakukan tolok ukur kemudian dapat memikirkan suatu strategi untuk menjalankan program barunya.
Six Sigma
Prinsip kualitas six sigma pertama kali diperkenalkan oleh Motorola di tahun 1980 dan kemudian dipopulerkan oleh General Electric ,dimana mantan CEO nya ,Jack Welsh ,menghargai Six Sigma atas kualitas dan efisiensi yang telah membuat General Electric bisa menghemat milyaran dollar.Didasarkan pada huruf Yunani ,sigma yang digunakan para ahli statistik untuk mengukur seberapa besar sesuatu melakukan simpangan dari kesempurnaan,Six Sigma adalah standar kualitas yang sangat ambisius yang menspesifikasi tujuan dengan kecacatan 3,4 per juta bagian.Itu artinya tidak boleh cacat ,dengan persentase 99,9997%.Namun, Six Sigma pun telah melakukan simpangan dari definisinya dan menjadi istilah generik untuk pendekatan kendali mutu yang memperhitungkan segala hal dan menekankan pengejaran yang disiplin dan gigih untuk mencapai kualitas yang lebih tinggi serta biaya yang lebih rendah.Kegigihan ini didasarkan pada metologi lima langkah yang disebut DMAIC ,yang merupakan singkatan dari define (menentukan),measure (mengukur),analyze (menganalisis), improve (memperbaiki), dan control (mengendalikan), dan dilafalkan “de-may-ick” agar lebih pendek.DMAIC memberikan cara yang terstruktur yang dapat digunakan organisasi untuk melakukan pendekatan pada suatu masalah dan menyelesaikannya.
Guna menerapkan Six Sigma secara sukses ,manajer-manajer puncak harus memberikan komitmen terbesarnya,karena Six Sigma melibatkan perubahan yang luas di seantero organisasi.Ratusan organisasi telah mengadopsi sebagian dari bentuk program Six Sigma di tahun-tahun belakangan ini.
Contoh perusahaan   
Perusahaan-perusahaan yang berkomitmen tinggi, seperti ITT Industries,Motorola,General Electric,Allied Signal,ABB Ltd., dan DuPont Company, mengirimkan manajer-manajernya untuk mengikuti pelatihan berminggu-minggu agar memiliki kualifikasi sebagai “sabuk hitam” Six Sigma.Para sabuk hitam ini memimpin proyek yang bertujuan untuk memperbaiki area-area bisnis yang sudah menjadi target.
ANALYZE
 







Pengurangan Siklus Waktu
Siklus waktu telah menjadi permasalahan kualitas yang kritis di dunia yang serba cepat ini.Siklus Waktu adalah langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan untuk menyelesaikan suatu proses,seperti membuat reservasi penerbangan,memproses permintaan lewat internet, dan membuka dana pensiun.Penyederhanaan siklus kerja,termasuk menjatuhkan rintangan antara langkah langkah kerja dan diantara departemen serta memindahkan langkah langkah yang tidak bermanfaat dalam proses tersebut,memungkinkan program TQM untuk berhasil.Bahkan jika sebuah memutuskan untuk tidak menggunakan siklus kualitas atau teknik lainnya, perbaikan substansial tetap dapat dilakukan dengan cara berfokus pada daya reaksi dan akselerasi aktivitas yang lebih baik menjadi waktu yang lebih pendek.Pengurangan siklus waktu memperbaiki kinerja perusahaan serta kualitas secara keseluruhan.
Contoh perusahaan
L.L. Bean adalah perusahaan terdepan dalam kontrok siklus waktu.Para pekerja menggunakan diagram alur untuk melacak pergerakan mereka ,memberi ciri pada kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat ,dan merancang ulang proses pemenuhan permintaan secara keseluruhan.Kini, sebuah sistem komputerisasi membagi-bagikan tawaran yang masuk berdasarkan area geografis dari gudangnya dimana barang yang bersangkutan disimpan.Barang-barang tersebut ditempatkan di sabuk mesin pengantar, dimana sensor elektronik menyusun kembali barang barang tersebut untuk kepentingan pemesanan.Setelah pesanan dikemas, pesanan tersebut dikirimkan melalui fasilitas FedEx yang ada disana.Perbaikan perbaikan seperti ini telah memudahkan L.L. memproses sebagian besar pesanan dalam dua jam setelah permintaan pesanan tersebut diterima L.L. Bean.
Perbaikan Terus-Menerus
Di Amerika Utara ,program dan rancangan intensif selama ini telah menjadi metode inovasi favorit.Manajer mengukur keuntungan yang diharapkan dari sebuah perubahan dan menyukai ide ide yang akan mendatangkan keuntungan besar.Sebaliknya, perusahaan perusahaan Jepang telah merealisasikan kesuksesan yang luar biasa dengan membuat serangkaian perubahan kecil.Pendekatan ini, yang disebut Perbaikan Terus Menerus (continous improvement) atau kaizen ,adalah pelaksanaan sejumlah perbaikan tambahan yang kecil di semua area di organisasi secara terus menerus dalam program TQM yang sukses, semua pegawai mengetahui bahwa mereka diharapkan untuk berkontribusi dengan memulai suatu perubahan dalam aktivitas kerja mereka .Filosofi dasarnya adalah bahwa memperbaiki hal hal kecil satu persatu, secara terus menerus , akan memberikan kemungkinan yang tinggi untuk sukses.Inovasi dapat dimulai secara sederahana dan para pegawai dapat membangun kesuksesan mereka dalam proses tidak berkesudahan ini.
Contoh perusahaan
yang menerapkan konsep ini adalah Dana Coorperations’s Perfect Circle Products Franklin Steel Products Plant yang ada di Franklin,Kentucky.
Faktor Faktor Kesuksesan TQM
            Faktor Positif
·         Tugas tugas yang ada menuntut pegawai yang berketerampilang tinggi.
·         TQM berguna untuk memperkaya pekerjaan dan memotivasi pegawai.
·         Keterampilan memecahkan masalah ditingkatkan untuk semua pegawai.
·         Partisipasi dan kerja tim digunakan untuk menghadang permasalahan yang signifikan
·         Perbaikan terus menerus adalah cara hidup
Faktor Negatif
·         Ekspektasi manajemen biasanya tinggi.
·         Manajer tingkat menengah merasa tidak puas jika kehilangan wewenang.
·         Para pekerja tidak puas dengan beberapa aspek kehidupan organisasi.
·         Pemimpin serikat pekerja tidak disertakan dalam diskusi kendali mutu.
·         Manajer menunggu inovasi yang besar dan dramatis







sumber 
Era Baru Manajemen,Richard L. Daft.Salemba Empat,Edisi 9,Buku 2

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar